Hotel Selabintana


Mendadak liburan ke kota Sukabumi, Jawa Barat, membuatku ‘terdampar’ di hotel Selabintana.

Taman Selabintana, merupakan objek wisata yang cukup terkenal. Tapi, aku sendiri baru pertama kali bekunjung ke sini. Ternyata tempat ini cocok sekali dijadikan tempat peristirahatan.

Sama seperti Taman Wisata Selecta di kota Batu, Jawa Timur, Selabintana juga tempat peristirahatan peninggalan Belanda. Jaman dahulu, tempat ini merupakan tempat peristirahatan orang-orang Belanda. Disini masih berdiri bangunan dengan arsitektur Belanda. Namun sebagian besar adalah bangunan baru, atau setidaknya baru direnovasi.

Bangsa Belanda sepertinya cukup pintar memilih tempat peristirahatan. Tempat ini sangat asri, sejuk dan tenang.

Di sekitar kawasan taman Selabintana ini ada cukup banyak villa, resort dan juga hotel. Aku berkunjung kesini hanya berdua dengan suamiku. Oleh karena itu aku hanya cukup memesan satu kamar hotel.

Kamar kami terletak di lantai 3. Ruangannya agak diujung, nomor LS 08.

LS. 08 adalah sebuah kamar tipe standard, dengan harga Rp. 363.000 / malam. Ruangannya cukup luas. Tempat tidurnya juga besar. Terdapat dua lemari kayu besar, namun sayang agak bau.

Tidak sulit untuk sholat di kamar ini. Arah kiblat tertempel di langit-langit. Ruang di samping tempat tidur cukup luas untuk sholat.

TV berukuran sekitar 32 inch, dengan saluran indovision.

Meskipun tidak ada pendingin udara, kamar ini tetap sejuk, nyaman dan bersih.

Kamar mandi juga luas dan bersih. Tersedia air panas. Tapi saranku, sesekali mandilah dengan air Sukabumi yang sangat segar.

Kamar ini memiliki balkon yang cukup luas. Kita bisa duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan dan udara yang segar.

Hotel bintang 3 ini juga menyediakan sarapan bagi tamu hotel. Dimulai dari pukul 07.00 WIB – 09.00WIB. Untuk menu tidak terlalu beragam. Tapi cukup terasa selera lokal. Benar-benar terasa ada di Jawa Barat. Nasi kuning dan bubur ayamnya agak berbeda dengan yang biasa aku makan di Jakarta. Uniknya, restorannya terletak di atas kolam ikan dan sangat terbuka. Jadi lebih dekat dengan alam.

Meskipun punya banyak kelebihan, hotel ini juga punya beberapa kekurangan. Diantaranya:

– Tidak ada lift. Jadi untuk ke kamarku yang di lantai 3, aku harus naik tangga.

– Tidak kedap suara. Suara orang di kamar sebelah terdengar sampai ke kamarku. Kebetulan kamar sebelahku itu berisik. Hal ini cukup mengganggu tidurku. Ditambah lagi mereka merokok. Asap rokok mereka sampai ke balkon kamarku. Jadi aku kurang bisa menikmati duduk-duduk di balkon untuk menghirup udara segar. Yang terhirup malah asap rokok.

Fasilitas lain:

– Kolam Renang.

– Taman Wisata Selabintana. Meskipun tidak terlalu luas, tapi menyenangkan.

– Gerai penjual tanaman.

Secara keseluruhan hotel ini baik.

Selamat berlibur🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s