Malang Trip: Kuliner di Malang dan Batu (Part 10)


‘Kuliner’ termasuk dalam salah satu tujuan wisata. Mencicipi makanan khas atau sekedar menikmati suasana khas merupakan daya tarik tersendiri bagi para turis. Termasuk aku, si turis lokal.

Selama di kota Malang dan Batu, sebisa mungkin aku memilih makanan yang khas di daerah setempat, Tapi jika memang tidak memungkinkan, ya aku makan saja di tempat-tempat yang sekiranya nyaman untuk makan.

Berikut ada beberapa pengalanku ber-kuliner ria selama di kota Malang dan Batu.

TOKO OEN

Toko Oen

Toko Oen

 

Alamat: Jl. Jend. Basuki Rahmat No. 5, Malang, Jawa Timur, Indonesia.

Telp: (0341) 364052

Jam Operasional: 08.00 – 21.30 WIB.

Selain tempat makan, toko ini juga termasuk peninggalan sejarah. Bayangkan saja toko ini sudah ada sejak tahun 1930. Bahkan lebih tua dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Karena dibangun pada masa penjajahan Belanda, sehingga masih banyak menggunakan bahasa Belanda. Sampai saat ini hal itu masih dipertahankan.

Bentuk bangunannya cukup tua. Tapi sepertinya sudah banyak perbaikan agar tetap kokoh. Namun demikian, bentuknya masih kuno. Ruang tempat makan masih meninggalkan suasana jaman dulu.

Suasana jaman dulu  di Toko Oen

Suasana jaman dulu di Toko Oen

Tiba di restoran ini aku lihat-lihat sebentar, foto-foto, lalu duduk santai. Seorang pelayan datang kepadaku dan suamiku lalu menyodorkan buku menu. Selain menjual es krim sebagai menu andalan, ternyata toko ini juga menjual berbagai makanan. Aku sangat terkejut ketika menemukan menu daging babi. Aku jadi ragu untuk memesan.

Daftar Menu di Toko Oen dengan menu daging babi

Daftar Menu di Toko Oen dengan menu daging babi

Awalnya malah kami berencana untuk ‘kabur’. Setelah dipikir-pikir, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada pelayannya saja, Apakah es krimnya halal atau tidak. Jawaban si pelayan cukup meyakinkan. Kamipun akhirnya memesan  1 menu es krim saja.

Sejak awal aku memang hanya berencana untuk makan es krim saja di tempat ini. Karena konon katanya es krim disisini ‘homemade’. Dengan resep yang khas sejak jaman Belanda.

Setelah menunggu sebentar datang lah pesanan kami, yaitu ‘Oen’s Spesial’ seharga Rp. 38.500 (Mei 2013). Oens spesial ini adalah eskrim dengan 3 rasa, cokelat, vanila dan stroberi, ditambah dengan wafer. Es krimnya enak, teksturnya padat, ada rasa santannya. Favoritku adalah rasa cokelat. Menurutku manisnya paling pas.

Oen's Special

Oen’s Special

Suasana di restoran ini memang unik. Keunikannya sangat natural dan tidak dipaksakan. Es krimya juga enak. Namun demikian, rasanaya ini adalah pertama dan terakhir kali aku datang ke restoran ini. Sebagai seorang muslim aku tidak nyaman untuk makan di restoran yang juga menjual daging babi.

AYAM GORENG TENES

Tempat makan yang satu ini terletak persis di depan stadion Gajayana, Malang. Tidak sulit untuk mencarinya. Lokasinya seperti teras rumah yang dijadikan tempat makan. Tapi tetap nyaman dan bersih.

Kami datang ke tempat ini sekitar pukul 4 sore untuk makan siang. Sungguh makan siang yang kesorean. Kami sudah sangat lapar. Setelah selesai memesan, makannya lama sekali datangnya. Mungkin ada sekitar 30 – 45 menit kami menunggu. Hampir saja kami batal makan di tempat ini.

Akhirnya yang ditunggu datang juga, kamipun langsung makan. Ayamnya enak dan empuk. Bisa dimakan sampai ke tulang. Tapi ukurannya agak kecil. Untuk urusan harga, menurutku standard. Untuk satu potong ayam gorang seharga Rp. 9.000 (Mei 2013).

(NO) DELIVERY SERVICES

Dalam perjalanan kali ini, kami menghabiskan 2 hari di kota Batu. Sepulang dari Gunung Bromo, kemudian keesokan harinya ke Jatim Park 2, badan rasanya sangat lelah. Kami rasanya malas keluar dari hotel untuk mencari makan malam. Aku pun punya ide untuk pesan makanan yang bisa diantar itu lhoo… (KFC, McD, Hoka-hoka bento, dsb)

Aku pun browsing untuk menemukan nomor telpon yang bisa dihubungi. Bolak-balik mencari, tapi aku tidak menemukannya. Paling-paling kalaupun ada, letaknya di kota Malang. Tidak ada satu pun delivery service  di Kota Batu ini.

Akhirnya kami pun harus tetap keluar untuk membeli makan malam. Kami memutuskan untuk pergi ke alun-alun kota batu yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 5 menit dari hotel tempat kami menginap (Hotel Sumber). Di alun-alun ini banyak sekali penjual makanan. Benar-benar pusat makanan dan jajanan.

Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s