Malang Trip: Candi Badut (Part 5)


Mendengar kata “Badut” jangan kita candi ini lucu atau bahkan candinya warna warni seperti badut. Candi adalah candi, yang umumnya terbuat dari batu, berwarna abu-abu.

Nama “Badut” berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu, Bha-dyut yang berarti sorot bintang.

IMG_0035c copy

Candi Badut

Candi yang yang berusia sekitar 1400 tahun ini terletak di kawasan Tidar, di bagian barat kota Malang. Menurut saya ini adalah can di kota-an, karena letaknya sangat dekat dengan pusat kota Malang. Tidak sulit untuk dikunjungi.

Dulu aku tidak suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti ini. Kesannya seperti bangunan tua yang usang dan tidak menarik sama sekali.Tapi belakangan ini, karena membaca buku tentang travelling yang juga membahas tempat-tempat bersejarah, maka aku mulai tertarik. Tempat bersejarah seperti ini membuat ‘dongeng’ menjadi kenyataan. Cerita-cerita yang dulu hanya dibaca di buku pelajaran sekolah yang rasanya seperti dongeng, menjadi nyata.

Bangunan-bangunan tua itu adalah saksi sekaligus bukti, bahwa ribuan tahun yang lalu ada sebuah kehidupan yang secara life style sangat berbeda dengan kehidupan kita sekarang.

Candi yang kini terletak diantara perumahan penduduk ini masih cukup terawat. Meskipun sudah banyak batu dari candi ini yang diganti (dipugar). Taman di sekitar candi tertata rapi. Ketika aku berkunjung, bahkan ada yang sedang melakukan pemotretan. Entah untuk apa, mungkin untuk iklan atau semacamnya.

Bangunan yang Indah

Meskipun katanya sekarang ini adalah jaman modern, teknologi semakin canggih, bangunan semakin beragam. Bahkan yang akhir-akhir ini yang sedang tren, berbagai negara berlomba untuk membuat bagunan tertnggi di dunia. Tapi menurutku, bangunan jaman dulu (candi, piramid, dsb) tetap lebih keren. (Hebatnya orang jaman dulu itu sudah bisa membuat bangunan semegah itu. Selain megah bangunan itu juga awet. Tahan selama ribuan tahun. )

Sebenarnya aku tidak tahu pasti, tapi kalau dikira-kira mungkin dulu seluruh bangunan candi ini batunya diukir. Tapi karena mulai rusak, jadi diganti dengan batu baru. Batu yang baru itu (yang berasal dari jaman modern) polos saja. Sangat biasa.

Batu baru yang polos (atas). Batu lama yang penuh kukiran (bawah).

Batu baru yang polos (atas). Batu lama yang penuh kukiran (bawah).

Jika tidak dirawat mungkin lama kelamaan bangunan ini akan terdiri dari batu polos semua. Ah tapi tidak, Mudah-mudahan bangunan ini akan tetap terjaga agar anak cucu kita juga masih bisa ‘merasakan’  kehidupan masa lalu umat manusia.

Jika ada waktu mampirlah ketempat ini. Tentang tiket masuk, don’t worry it’s free!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s