Malang Trip: Gunung Bromo (part. 3)


May, 2013

Tidak afdol rasanya bila nerkunjung ke Malang, tapi tidak berkunjung ke gunung Bromo. Konon katanya sunrise di Gunung Bromo sangat indah. Aku pun jadi ingin melihat kebesaran Allah yang satu ini.

Aku tidak terlalu bisa tidur malam itu. Paling-paling baru tidur sekitar 2 jam. Sudah jauh-jauh datang dari Jakarta, kan sayang kalau telat melihat sunrise-nya.

Sekitar pukul 01.30 WIB, aku dijemput oleh mobil carteran. Sebetulnya ini sudah agak terlambat. Idealnya berangkat pukul 01.00 WIB.Di mobil, seharusnya bisa tidur lagi. Tapi aku tidak mengantuk. Ditambah lagi ketika sudah mulai keluar dari perkotaan, jalananna rusak. Mirip seperti off-road. Aku jadi semakin tidak bisa tidur.

Tengah malam ini, tidak ada pemandangan yang bisa dilihat. Kecuali, kami tahu bahwa jalan yang kami lalui adalah dipinggir jurang.

Ketika sampai di tempat membeli tiket, aku turun untuk melihat gugusan bintang di langit. Bintang-bintang itu terasa dekat dan sangat indah.

Dalam tour ke Gunung Bromo ini ada beberapa spot yang menjadi tujuan para turis. Yaitu:

Spot 1: Penanjakan 1

Pengemudi Hardtop yang kami tumpangi mengendarai dengan cepat. Hal ini karena takut tidak kebagian parkir di spot Penanjakan 1. Dan benar saja, ketika menjelang pukul 04.00 WIB, parkiran Hardtop sudah mengular di pinggir jalan. Aku langsung turun dan cepat-cepat jalan kaki untuk sampai di pos penanjakan 1.

Penanjakan 1 adalah tempat untuk melihat sunrise di Bromo.

Selama berjalan kaki dari parkiran menuju ke Penanjakan 1, tanjakannya curam. Aku merasa lelah sekali. Nafas pun menjadi sulit. Hawa pegunungan yang sangat segar bercampur dengan asap dari Hardtop, motor (ojek), dan tak ketinggalan asap rokok. Sungguh sangat sulit bernafas.

Bagi orang yang menerita gangguan pernapasan(asma, jantung, dsb), harus membawa obat-obatan. Ini sangat penting!!

Namun jika tidak kuat berjalan kaki, ada ojek sebagai alternatif.

Setelah beberapa kali berhenti untuk beristirahat, akhirnya aku sampai juga di Penanjakan 1. Tapi ternyata perjuangan belum selesai. Di tempat ini banyak sekali orang. Untuk melihat sunrise harus berdesakan. Tak ketinggalan, asap rokok pun ada dimana-mana. Sama sekali tidak bisa menikmati segarnya udara pegunungan.

Setelah sukses berdesakan untuk mendapat tempat agar bisa melihat sunrise, aku bersiap dengan kameraku dan berusaha untuk tidak bergerak. Jika bergerak saja sedikit yang lain akan tergaggu (lebih rapat dari di angkot). Bergeser sedikit saja, tempatku bisa diambil orang.

Penanjakan 1, menjelang sunrise

Penanjakan 1, setelah sunrise

Penanjakan 1, setelah sunrise

Spot 2: Kawah Bromo & Pura Poten

Setelah puas menikmati sunrisedi Penanjakan 1, tujuan berikutnya adalah Kawah Bromo.

Kami kembali ke mobil dan pergi menuju Kawah Bromo. Selama perjalanan, kami berhenti sebentar di bukit cinta untuk mengambil foto. Pemandangan di sini sangat indah.

Gunung Batok, Bukit Cinta (sebelah kanan)

Gunung Batok, Bukit Cinta (sebelah kanan)

Setelah berfoto, kami melanjutkan perjalanan ke kawah melalui lautan pasir. Lautan pasir ini mirip dengan padang pasir. Namun dikala hujan makan akan ada sungai kecil yang berisi air. Sehingga jika dilalui mobil maka akan seperti Off road betulan.

Tak terlalu lama, kami pun tiba di kawasan kawah. Ketika turun dari mobil, Pura Poten sudah dapat terlihat dari kejauhan., karena Kawah Bromo dan Pura Poten berada di satu lokasi. Pura ada di kaki Kawah. Pura ini masih aktif digunakan oleh suku Tengger yang beragama hindu.

DSC_0244b copy

Pura Poten

Untuk sampai ke kawah aku masih harus berjalan lumayan jauh. Menempuh tanjakan dan turunan. Untuk menghemat waktu dan tenaga maka ku putuskan untuk naik kuda saja.

Kalau tadi di Penankan 1 ada ojek, di sini ada kuda. Secara teori naik kuda memang tidak capek. Tapi setelah itu biasanya aku akan sakit badan. Jadi ya… tidak jauh beda dampaknya.

Untuk menuju ke kawah, kebanyakan adalah jalanan menanjak. Kasihan juga kudanya jadi ngos-ngosan. Setelah turun dari kuda aku masih harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak. Konon katanya ada 200 anak tangga. Tapi aku tidak menghitungnya. Mengatur napasku saja sudah repot, ditambah lagi jika harus berhitung. Aku tak sempat!

Tangga menuju ke kawah

Tangga menuju ke kawah

Seperti biasa aku harus beberapa  kali beristirahat baru bisa sampai di atas, yaitu di Kawah Bromo.

Kawah Bromo

Kawah Bromo

Pemandangan dari atas (kawah)  sangat indah.

Pemandangan dari Kawah

Pemandangan dari Kawah

Apa lagi di sebelah kanan kawah ini ada gunung Batok, yang tampak anggun.

Gunung Batok

Gunung Batok

Kawasan ini ada di daerah berpasir. Jadi debunya sangat tebal. Beberapa kali aku ditawati masker oleh para penjualnya. Sebetulnya aku sudah bawa dari rumah, tapi sengaja tidak aku kenakan. Tanpa masker saja napasku agak sulit, apalagi kalau pakai masker. Jika debu terlalu tebal, sesekali aku menutup wajahku dengan syalku yang lebar.

Sampai disini, sudah agak lelah, tapi perjalanan harus terus berlanjut…..

Spot 3: Pasir Berbisik

Masih di kawasan berpasir, Setelah meninggalkan Kawah Bromo. Tak jauh dari tempat ini ada padang pasir luas yang dinamakan ‘Pasir Berbisik’. Mengapa dinamakan begitu??n

Jika angin berhembus pasir-pasir itu akan mengeluarkan suara. Sayangnya ketika aku berada disitu tidak ada angin yang berhembus. Jadi aku tidak mendengar pasir itu berbisik-bisik.

Tapi cuaca sangat bagus. Matahari terang menyala, tapi suhu tetap sejuk.

Di kawasan ini aku berhenti untuk berfoto di batu singa. Konon katanya batu ini mirip singa.

Batu Singa

Batu Singa

 

Spot 4: Savana

Selesai bermain di gurun, aku menuju ke spot terakhir di kawasan Bromo, yaitu savana. Savana merupakan hamparan padang rumput yang luas, yang dikelilingi oleh bukit dan gungung. Cantik sekali.

Salah satu spot yang terkenal di savana ini adalah Bukit Teletubies.

Bukit Teletubies

Bukit Teletubies

Setelah mendaki gunung, naik kuda, melintasi padang pasir dan terakhir adalah padang rumput, maka lengkap sudah tour ke Bromo. Subhanallah… Maha besar Allah yang telah mencoptakan semua itu dengan indahnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s